Sastra (1)
Gadis Manis Rindu Akan Pulang
Kristal cantik bergulir di jalan yang sepiMenutup jalanan dengan kilau suci
Rasa dingin mengejar anak kecil berpenutup wol
Lapak jajanan sudah menghilang
Ditelan salju di dunia seberang
Pelan pelan rubah menghembus
Menikmati panas dari tubuhnya
Lalu burung camar ikut menari
Lebih suka pada musim ini
Daun cemara yang terkikis
Berhenti untuk merajut mimpi
Dalam kedinginan sunyi
Sementara rumah-rumah meramai
Berkumpul lah mereka dalam satu meja
Mengguyur salju dengan tawa
Sambil meliukkan teko mereka
Aromanya mengepul di udara
Namun ada seorang di balik jendela
Gadis manis anak siapa?
Hiruk pikuk tak dapat menghalanginya
Tangan mungil itu
Berbalut perjuangan
Siapa tau jalan cerita?
Menggenggam secarik nostalgia
Dalam foto yang hampa
Lalu air itu meleleh
Panas hatinya membara
Mengalahkan salju dan udara luar
Ia menangis,
Gadis manis itu menangis
Di matanya tersirat kerinduan
Dahinya rindu akan kecup sayang
Telinga nya yang haus akan tuturan
Gadis manis rindu akan belaian
Semua cerita berjalan di rumah tuanya
Gadis manis rindu akan pulang
Untuk memastikan kehidupannya
Di esok mendatang
Masih sama dan takkan berubah
Ia rindu akan pulang
Menantikan pelukan ibu nya tersayang
Namun siapa tau jalan cerita?
Gadis manis yang rindu pulang
Dan menantikan pelukan sayang
Rindu itu tak kesampaian
Karena Ibu telah berpulang
17/08/2014
Comments
Post a Comment