Sastra (5)
Membiru Aku ini manik-manik warna warni Tujuh tahu silam, Aku mendekapmu dalam puisi Kau adalah sunyi yang lahir dari jalan panjang yang tak genap kususuri Seperti langit yang tergesa melarikan pagi, mencuri jingga dan bersembunyi Hanya meninggalkan nomor rumahmu Dan tagihan kenangan yang tak sanggup kubayar sendiri Empat tahun silam Aku masih merengkuhmu dalam puisi Kulihat kau adalah lembar kosong, Setelah membuat coretan besar Sedang aku adalah hujan setelah mendung Perkawinan kita garis antara biru laut dan biru langit Tempat damai bagi ikan dan burung Yang ujungnya hanyalah mata Tanpa sebuah perjumpaan 27/01/2020