Sastra (3)
Perempuan Desa
Kaulah perempuan terbalut adatAturan yang selalu menjerat
Namun itu, karismamu takkan berkarat
Kaulah perempuan dari masa lalu
Walau nyanyian lumbung padi sudah jadi abu
Sukmamu selalu merajut kalbu
Angin semilir menerpa rumput yang kian merindu
Memberi isyarat
Kaulah perempuan yang bangkit dari lahat
Kini datang membawa jutaan peluru
Bekal menyampaikan dendam leluhur leluhurmu
Karena adatmu sudah dirusak jaman
Kebayamu telah dibobol kebaya edan
Penutup kepala telah berubah haluan
Menjadi penutup sekujur badan
Kini, kembang desa miskin etika
Bagai bunga layu,
Namun itu sudah biasa
Kaulah itu, perempuan desa
Sukmamu kian menyala
Di jaman Hak Asasi
Yang diperjuangkan menjadi alibi
Kaulah itu
Hanya menjadi sejarah masa lalu
Sukmamu kian menyala
31/03/2015
Comments
Post a Comment